Main Article Content

Abstract

Pengemudi memang masih menjadi faktor dominan penyebab kecelakaan lalu lintas. Merujuk data kecelakaan yang ada di jalan tol-jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga dan kelompok usahanya sampai Desember 2018, faktor penyebab kecelakaan paling banyak adalah faktor pengemudi sebanyak 85,13%. Kelelahan pada pengemudi juga dapat mengakibatkan menurunnya kesiagaan dan perhatian, penurunan dan hambatan persepsi serta waktu reaksi yang lambat, pengemudi akan mengantuk dan kemungkinan akan kehilangan kewaspadaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk yaitu mengetahui sejauh mana karakteristik pengemudi dan pemanfaatan rest area mempengaruhi kelelahan pengemudi di jalan tol. Sehingga diketahui kebermanfaatan rest area dalam mengurangi tingkat kelelahan pengemudi di jalan tol. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang menggunakan analisis regresi berganda dengan serangkaian uji instrumen. Dari hasil penelitian ini kelelahan yang dialami pengemudi terbagi menjadi 2 yaitu kelelahan fisik dan kelelahan kegiatan. Variabel usia pengemudi, pengemudi yang memilih beristirahat, pengemudi yang tidak memanfaatkan fasilitas istirahat di rest area, pengalaman mengemudi serta jangka waktu mengemudi dalam satu kali perjalanan memberikan kontribusi terhadap kelelahan pengemudi di jalan tol. Usia pengemudi berpengaruh terhadap semua jenis kelelahan yang dialami oleh pengemudi di jalan tol Pejagan-Solo.

Keywords

Rest Area Kelelahan Pengemudi Karakteristik Pengemudi

Article Details