Main Article Content

Abstract

Salah satu upaya peningkatan keselamatan jalan ialah dengan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan di simpang dengan cara mengoptimalkan kinerja simpang serta menurunkan jumlah konflik lalu lintas yang terjadi. Berdasarkan hal tersebut penulis melakukan penelitian upaya peningkatan keselamatan dengan cara penanganan konflik lalu lintas dan mengoptimalkan kinerja simpang. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penanganan simpang yang dapat diterapkan pada simpang empat Tugu Wisnu guna mewujudkan peningkatan keselamatan. Permasalahan pada simpang ini adalah terdapat ekor tundaan lalu lintas yang tertinggal pada bundaran sehingga menyebabkan konflik lalu lintas dengan arus lalu lintas pendekat simpang lainnya dengan fase APILL sama. Metode yang digunakan dalam analisis kinerja simpang menggunakan perhitungan MKJI dan disimulasikan menggunakan software Vissim  9 Full Version sedangkan metode untuk mengetahui konflik lalu lintas yang terjadi dengan menggunakan software SSAM. Kemudian memberikan usulan penanganan untuk diterapkan pada simpang empat Tugu Wisnu yaitu dengan perubahan pengaturan simpang 3 fase menjadi 4 fase dengan pergerakan lalu lintas mengelilingi bundaran serta 4 fase tanpa mengelilingi bundaran kemudian dari kedua usulan penanganan dipilih alternatif penanganan yang sesuai untuk menurunkan konflik lalu lintas dan mengoptimalkan kinerja simpang. Alternatif penanganan simpang yang dipilih berupa perubahan pengaturan simpang dengan 4 fase dengan pergerakan lalu lintas tanpa mengelilingi bundaran dapat menurunkan jumlah konflik lalu lintas sebesar 30% dan tingkat pelayanan simpang adalah D yang berarti terciptanya keselarasan antara keselamatan jalan dan kelancaran lalu lintas.

Keywords

Keselamatan Simpang Konflik Tingkat Pelayanan

Article Details